Metode Geolistrik

Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, pengukuran arus dan medan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah maupun akibat injeksi arus ke dalam bumi. Oleh karena itu metode geolistrik memiliki banyak macam, termasuk di dalamnya :

  1. Metode potensial diri
  2. Arus telluric
  3. Magnetotelluric
  4. Elektromagnetik
  5. induced polarization
  6. Metode resistivitas (tahanan jenis) dan lain sebagainya.

Metode Geolistrik Tahanan Jenis
Dalam eksplorasi geofisika, metode geolistrik tahanan jenis merupakan metode geolistrik yang mepelajari sifat resistivitas (tahanan jenis) listrik dari lapisan batuan di dalam bumi. Berdasarkan pada tujuan penyelidikan, metode geolistrik tahanan jenis dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu:

  1. Metode resistiviti mapping

metode resistiviti mapping merupakan metode resistiviti yang bertujuan untuk mempelajari variasi tahanan jenis lapisan bawah permukaan secara horizontal. Oleh karena itu, pada metode ini dipergunakan konfigurasi elektroda yang sama untuk semua titik pengamatan di permukaan bumi. Setelah itu baru dibuat kontur resistivitasnya.

2. Metode resistiviti sounding (drilling)

metode resistiviti sounding juga biasa dikenal sebagai resistiviti drilling, resistiviti probing dan lain-lain. Hal ini terjadi karna pada metode ini bertujuan untuk mempelajari variasi resistivitas batuan di bawah permukaan bumi secara vertikal.

Pada metode ini pengukuran pada suatu titik sounding dilakukan dengan jalan mengubah-ubah jarak elektroda. Pengubahan jarak lektroda ini dilakukan secara smbarang tetapi dimulai dari jarak elektroda terkecil kemudian membesar secara gradual. Jarak elektroda ini sebanding dengan kedalaman lapisan batuan yang terdeteksi. Makin besar jarak elektroda tersebut maka makin dalam lapisan batuan yang dapat diselidiki. Pada pengukuran sebenarnya, pembesaran jarak elektroda mungkin dilakukan jika mempunyai suatu alat geolistrik yang memadai. Dalam hal ini, alat geolistrik tersebut harus dapat menghasilkan arus listrik yang cukup besar atau kalau tidak alat tesebut harus cukup sensitif dalam mendeteksi beda potensial yang kecil sekali. Oleh karena itu, alat geolistrik yang baik adalah alat yang dapat mengahsilkan arus listrik cukup besar dan mempunyai sensitifitas yang cukup tinggi.

Pada resistivitas sounding dikenal berbagai macam konfigurasi elektroda yang sering digunakan diantaranya ialah:

1. Konfigurasi wenner
2. Konfigurasi Schlumberger
3. Konfigurasi Bipol-Dipol
4. Konfigurasi Lee Partision
5. Rectangle Line Source
6. Sistem Gradian Tiga Titik
Konfigurasi- konfigurasi tersebut masing-masing mempunyai kelebihan ataupun kekurangan dibanding dengan yang lainnya. Oleh karena itu, harus dilakukan pemilihan dahulu jenis konfigurasi yang sesuai dengan kasus yang dihadapi.

untuk kelanjutannya….nanti aja yah

4 Komentar »

  1. anto Said:

    kasih tahu dong cara pakai kurva bantu nya…./

  2. saiful Said:

    apaji kurang lengkap

  3. nanti baru aku lengkapi soalnya lagi sibuk

  4. cenunk Said:

    penjelasan tentang induksi polarisasi kok kurang ya? mohon diperjelas lagi. terima kasih


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: